Dalam Lanjutan Kompetisi Divisi Utama PT. LI, Kali ini PSMS Medan akan menghadapi tuan rumahnya Persih Tembilahan. PSMS Medan sendiri akan melakoni partai ini dengan membawa 18 Pemainya ke Tembilahan, Minus Alamsya Nasution dan Affan Lubis karena cedera. PSMS versi PT Liga Indonesia (LI) juga harus bersiap menjalani tur away putaran keduanya ke markas Persih Tembilahan (11/5) dan Persisko Tanjabbar Jambi (16/5).
Namun di tur away PSMS kali ini bisa di bilang sangat krusial karna harus dilakukan tanpa dua pilar andalanya. kapten tim, Affan Lubis dan Alamsyah Nasution yang kali ini tidak ikut serta. Keduanya berposisi sebagai gelandang. Masalahnya tak lain karena cedera. Tak ayal arsitek tim, Suharto AD harus memutar otak untuk memperkuat lini tengah pasukanya.“Alamsyah sakit. Dia menderita cedera hamstring. Cederanya yang lama kambuh lagi. Kemarin memang sempat latihan tapi tidak bisa latihan keras. Affan pun tadi katanya tidak bisa ikut karena cedera,” ujar Suharto saat ditemui di Mess Kebun Bunga kemarin.
Persih Tembilahan sendiri sebenarnya bukanlah lawan yang mudah untuk di taklukan, Apalagi jika bermain di kandangnya dan di hadapan pendukungnya. Ini terbukti dari Klasemen sementara Persih Tembilahan yang saat ini berada di posisi ke-3 dengan 9 point, Sedangkan tamunya PSMS Medan menempati posisi ke-4 dengan 6 Point.
PSMS Medan PT Liga Indonesia (LI) musim ini juga tak bisa dilepaskan dari kendala non teknis yang menghantuinya. Terseok-seok di putaran pertama dengan masalah gaji tertunggak, kali ini tim besutan Suharto AD berharap cerita berbeda di putaran kedua. Apalagi kalau bukan kelancaran gaji. Ketua umum PSMS LI, Indra Sakti Harahap bisa dibilang sudah mengibarkan bendera putih untuk urusan pendanaan. Ia masih berhutang tunggakan gaji berbulan-bulan di putaran pertama baik kepada pemain yang dicoret maupun yang dipertahankan. Konon katanya Indra Sakti Harahap sudah tak mampu membiayai tim di putaran kedua. Harapan kali ini ada di pundak CEO baru yaitu, Heru Prawono yang berkolaborasi dengan Manajer tim, Sarwono. Mereka menjanjikan gaji perdana pasca laga kontra Persih Tembilahan. Titik terang itu terlihat. Para pemain lebih dulu menerima uang saku sebelum bertolak hari ini. “Yang pastinya uang saku dulu sebelum berangkat. Satu juta per orang,” jelasnya.
Sejatinya ada anggaran lain yakni subsidi PT Liga Indonesia sebesar Rp50 juta dari Rp450 juta per musim. Sebelumnya beberapa kali dana subsidi ini sudah dikucurkan. Hanya saja dana ini dialirkan lewat ketua umum. (AS)

No comments:
Post a Comment